Globalisasi memiliki banyak
definisi, salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Lodge (1991),
mendefinisikan globalisasi sebagai suatu proses yang menempatkan masyarakat
dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam
semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi
maupun lingkungan. Dengan pengertian ini globalisasi dikatakan bahwa masyarakat
dunia hidup dalam era dimana kehidupan mereka sangat ditentukan oleh
proses-proses global. Globalisasi pun memiliki dampak tersendiri bagi semua
masyarakat khususnya yang berada di Indonesia. Bukan hanya dampak positif yang
dirasakan bangsa ini, tapi ada juga dampak negative dari pengaruh globalisasi
di Indonesia. Manfaat dari globalisasi
sendiri itu adalah berkembangnya kemajuan teknologi, sehingga bangsa Indonesia tidak
ketinggalan jaman. Namun dengan begitu, semakin berkembangnya Indonesia,
semakin masyarakat lupa akan jati diri bangsa sendiri. Banyak sekali dampak
yang bis kita rasakan saat ini, seperti lemahnya minat masyarakat Indonesia pada
budaya, dan juga sudah jarangnya mendengar masyarakat Indonesia yang khususnya
tinggal di daerah kota yang menggunakan bahasa daerah.
Pada saat ini, banyak sekali
masyarakat Indonesia yang lupa akan
budaya dan bahasa Indonesia dikarenakan pengaruh dari era Globalisasi
itu sendiri. Masyarakat Indonesia terlalu banyak yang mengikuti budaya barat.
Mereka berfikir, jika mengikuti budaya barat akan menjadi yang lebih Up To Date atau kekinian. Karena pola pikir mereka telah terpengaruh oleh budaya
barat, sehingga mereka melupakan budaya serta bahasa Indonesia itu sendiri.
Bahkan pada saat ini juga, banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa
asing di kehidupan sehari-hari, seperti percakapan atau dalam bentuk tulisan di
media social. Kebanggaan mereka yang
menggunakan bahasa asing, sangatlah salah. Kebangaan merasa seperti terlihat jauh lebih pintar jika menggunakan
bahasa asing di percakapan setiap harinya. Seharusnya mereka jauh lebih bangga
menggunakan bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari. Jika didiamkan terus
menerus, akan berakibat terkikisnya bahasa Indonesia di kalangan masyarakat
Indonesia. Bahkan akan mengakibatkan masyarakat Indonesia lupa akan bahasa baku
yang sesuai dengan ejaan yang benar. Sudah banyak terjadi kesalahan dalam
penulisan bahasa Indonesia yang tidak mengikuti pola EYD atau Ejaan Yang
Disempurnakan.
Peranan orang yang lebih tua serta
para pemuda sangatlah penting untuk bisa membudayakan bahasa Indonesia. Dengan cara
tidak harus terus menerus bangga jika menggunakan bahasa asing dalam kehidupan
sehari-hari, mulailah berbangga hati menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu,
gemarlah kalangan pemuda untuk berlomba-lomba menulis sajak, cerpen, atau buku.
Serta sering-seringlah membaca buku. Dengan cara begitu pun sudah cukup
membantu dalam melestarikan bahasa Indonesia di era Globalisasi seperti ini. Karena
dengan membaca, akan lebih tahu ejaan yang benar dan tepat dalam penulisan
bahasa Indonesia.
Pelajaran bahasa Indonesia juga
sangat penting, agar tahu tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Bukan hanya anak-anak saja yang diajarkan namun semua kalangan. Upaya untuk
diadakan hari bahasa, atau dalam satu hari semua masyarakat Indonesia harus
berbahasa Indonesia yang baku juga perlu untuk bisa membiasakan menggunakan
bahasa Indonesia. Jika perlu, kegiatan seperti itu tidak hanya sekali dalam
seminggu. Dan juga diadakannya bahasa daerah dalam sehari juga perlu agar
bahasa daerah yang ada di Indonesia ini pun tidak terkikis oleh efek dari
globalisasi.
Dengan upaya seperti yang
disebutkan diatas, semoga bangsa Indonesia semakin terlatih untuk menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Komentar
Posting Komentar