Langsung ke konten utama

Halte, dan Pertemuan Kita

Di kala senja saat itu, aku duduk di halte menunggu kedatangan bus yang akan membawaku pulang. Ku menunggu hingga awan tampak jingga. Menunggu cukup lama, sekitar 30 menit sekali bus itu datang. Kulihat banyak pula orang-orang disana yang menunggu bus dengan arah rute yang sama denganku. Tapi ada sesosok wanita yang menarik perhatianku. Pada saat itu dia mengenakan pakaian kaos polos berwarna hitam dengan bawahan rok panjang berwarna abu-abu, penampilannya seperti wanita anggun.
....
Perkenalkan, namaku Rio, umurku 25 tahun. Saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan swasta, dan aku di bagian produksi dan pemasaran.
....
"Yo, ayo balik udah sore nih." Sapa Bang Ical mengajakku pulang.
Bang Ical adalah rekan satu divisi di perusahaanku saat ini, dia umurnya 2 tahun diatasku. Biar kita baru kenal 1 tahun, tapi kita sudah layaknya abang adik saja jika di kantor.
"Iya Bang, bentar lagi. Duluan aja dulu." Jawabku sambil membereskan dokumen-dokumen pada meja kerjaku.
Setelah membereskan semuanya, aku dan Bang Ical sama-sama keluar kantor dan jalan kaki menuju halte. Jarak halte dari kantor kami tidaklah jauh hanya 200 meter. Kami memang lebih suka menggunakan bus dibandingakan menggunakan kendaraan pribadi, karena kami tidak ingin menambah kemacetan yang ada di Kota kami. Tidaklah terlalu buruk menggunakan angkutan umum seperti ini. Banyak pegawai kantoran yang lain pun menggunakan fasilitas ini.
Ketika sampai halte, aku melihat sosok wanita itu lagi, sedangkan Bang Ical asyik dengan Handponenya. Kali ini dia berpakaian lebih formal dari hari sebelumnya. Mungkin Dia baru saja diterima kerja, pikirku. Ketika bus telah tiba di halte, aku, Bang Ical dan wanita itu pun masuk ke dalam bus. Keadaan di dalam bus sama seperti biasanya, terlihat ramai dengan obrolan-obrolan para penumpang, ada juga yang menghabiskan waktunya di jalan dengan tidur sambil mendengarkan lagu dari Handphonenya. Dan kembali lagi aku melihat sosok wanita itu sedang membaca buku tebal, yang kukira adalah novel terjemahan.
...
Sambil ditemani secangkir teh hangat dikala hujan di siang hari dan berkas-berkas yang harus diselesaikan, terbesit dalam pikiranku tentang sosok wanita yang sering aku temui di halte. Kira-kira aku bisa bertemu lagi dengan dia tidak ya? Begitulah ungkapan isi hatiku.
...
Jam sudah menunjukkan jam 16.30, saatnya aku bersiap-siap ingin segera pulang.
"Bang, ayo pulang." Ajakku kepada Bang Ical.
"Wah, cepet banget yo. Ini juga belom jam 5. tunggu sebentar lagi lah." Terkejutlah Bang Ical saat aku mengajaknya pulang terlalu cepat.
"Nanti ketinggalan bus Bang, belom lagi kita harus jalan ke halte." Jawabku, yang sebenernya ingin cepat-cepat bertemu sosok wanita itu.
"Iya, sebentar lagi ya Yo, mau rapihin berkas dulu." Jawab Bang Ical sambil membereskan berkas-berkas kerjanya.
Setelah Bang Ical membereskannya, kami langsung jalan ke halte. Dan ternyata benar, Aku melihat sosok itu lagi.
"Hei Mei, kamu sudah diterima kerja?" Tiba-tiba Bang Ical berjalan mendekat ke arah sosok wanita.
Aku Syok melihat Bang Ical sudah kenal dengan sosok wanita yang telah membuatku penasaran selama ini.
"Iya Bang, Alhamdulillah. Sudah 2 hari yang lalu adek kerja di kantor sebrang sana." Jawab wanita itu dengan lembutnya.
"Hei Yo, sini. Kenalkan ini Mei, dia tetanggaku." Perintah Bang Ical kepadaku untuk menghampiri mereka berdua.
"Hei, aku Rio." Perkenalanku kepada Dia sambil tersenyum.
"Aku Mei." Jawab Wanita itu sambil membalas senyumku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alarm Pintu Menggunakan Infra Merah

                               ALARM PINTU MENGGUNAKAN INFRA MERAH                                                             SITI KHOERIAH                                                                  28113559                                                                     3KB05           ...

Resensi Novel "Ayahku (Bukan) Pembohong" - Tere Liye

1.1        Identitas Buku Judul Buku                           :                 Ayahku (Bukan) Pembohong Pengarang                             :                Tere-Liye Penerbit                                 :                PT Gramedia Pustaka Utama Negara             ...